Home / Aktivitas Agung / Kevakuman yang Berujung pada Narasi Baru

Kevakuman yang Berujung pada Narasi Baru

 

Sumber Video: youtube Indoartnow

Semenjak pameran tunggalnya di  tahun 2006, Agung Kurniawan baru mengadakan pameran tunggal kembali di tahun 2011. Agung mengatakan jeda masa itu ia gunakan untuk bekerja dan bersenang-senang, tetap di dunia seni tentu saja. Pada 2007 dan 2008 dia terlibat mengorganisasi festival seni terbesar di Yogyakarta, yaitu Festival Kesenian Yogyakarta (FKY). Sebagai Direktur Artistik, dia bekerja dengan segala jenis kesenian dan segala macam seniman. Keterlibatannya dalam festival besar itu membuka semua kemungkinan media seni dia gunakan dalam kekaryaannya di masa sekarang.

Selain itu, Agung memenuhi masa vakumnya dengan mengikuti sejumlah aktivitas, pameran bersama dan menjadi representasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kegiatan-kegiatan yang dilakukannya juga merentang ragam dengan skala mulai dari pameran bersama yang diadakan oleh institusi galeri privat lokal, museum dan organisasi seni internasional, simposium budaya hingga biennale.

kevakuman yang berujung pada narasi baru (1)

The Shoes Diary: Adidas Tragedy series
Sumber:https://indoartnow.com/

Sumber Video: arsip IVAA di youtube

Dalam berbagai aktivitasnya tersebut, Agung tidak hanya menjadi representasi perupa untuk pameran, namun juga dalam simposium dan perjalanan seni seperti “The Making of the New Silk Roads” di Bangkok dan Grant Orientation Trip 2009 ke Amerika Latin. Ia juga diundang untuk sebagai kurator proyek seni  “Focus on Indonesia” di Turin, dan menghadiri “Cultural Stakeholders Meeting Asia”, di Bangalore untuk posisinya yang lain yakni sebagai perwakilan dari Indonesian Visual Art Archive (IVAA). Sebagai perupa, Agung mengikuti pameran bersama “Be(com)ing Dutch: The Dutch Day Dreaming” di Van Abbe Museum, Belanda di tahun 2008, dan di tahun setelahnya kembali lagi ke negara tulip tersebut untuk pameran “Beyond the Dutch” di Centraal Museum Utrecht.

Pada Biennale Jogja X di tahun 2009, ia menginisiasi sebuah proyek performans bertajuk “One Minute Mute”. Dalam proyek yang bertempak di titik 0-km, pusat kota Yogyakarta, ia menggali kemungkinan untuk berinteraksi dengan publik umum dan menjadikan mereka sebagai partisipan pertunjukan. Model seni pertunjukkan yang bersifat interaktif macam ini, begitu juga konsep karya yang mengungkapkan kegelisahannya pada ruang publik dan politik perkotaan, menjadi latar belakang yang memadai bagi kecenderungan karya-karya performans serta aksi-aksi politisnya di masa setelahnya.

Pada masa tenggangnya, terutama pada tahun 2009 hingga 2010, Agung juga mencoba untuk terus melakukan eksplorasidan mengolah karyanya yang berbasis pada gambar dan konstruksi memori. Beberapa seri teralis dikerjakan menggunakan kerangka-kerangka besi yang dilas, membentuk figur-figur dari dokumentasi foto di masa lalu dan ingatannya. Figur-figur yang kemudian digantungnya di tembok memunculkan bayangan yang jatuh di sisi belakang teralis ketika terkena cahaya, dan gabungan antara garis tegas teralis besi serta garis samar dari bayang-bayang menggambarkan konstruksi yang melebur, antara citra dari kisah nyata dan fiksi, sejarah dan kenangan.

kevakuman yang berujung pada narasi baru (2)

Klerk (indoartnow.com)
Sumber:https://indoartnow.com/uploads/artwork/image/2722/artwork-1398922258.jpg

Agung membuat banyak seri karya yang menggunakan medium teralis tersebut. Salah satu rangkaian karyanya “Seri Orang Kalah” (2010) atau “Loser Series” dipamerkan dalam pameran tunggalnya “The Lines That Remind Me of You” di Kendra Gallery, Bali pada tahun 2011, mengangkat tema akan kenangan masa lalu yang samar, tentang ingatan yang menjadi jembatan antara masa kini dan lalu. Dalam pameran tunggalnya tersebut, Agung tidak hanya menampilkan teralis, yang menjadi medium karya yang kemudian identik dengannya, namun juga segenap karya gambarnya seperti cat air dan pastel di atas kertas. Pameran tunggalnya tersebut seakan membawa babak baru yang juga menandai identitasnya yang baru. (Sita Sarit)

About kedai kebun

Check Also

Actus Contritionis, Citraan Bayang-bayang Ingatan

Sumber: http://umahseni.com Umah Seni, Jakarta, pembukaan pameran 5 Mei 2012 — Karya-karya teralis atau kisi-kisi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *