Home / KKF ART / Pemutaran Film “Kaddisch für einen Freund” – German Film Club, Kerjasama KKF & Goethe Institut

Pemutaran Film “Kaddisch für einen Freund” – German Film Club, Kerjasama KKF & Goethe Institut

gfc-maret-4_600

Pemutaran Film :
“Kaddisch für einen Freund (
Doa Kaddish untuk Sahabat)”
Kerjasama Kedai Kebun Forum (KKF) dengan Goethe Institut Jakarta

Rabu, 4 Maret 2015
Jam 19:00 WIB
Di Ruang Pertunjukan (Lt. 2) KKF
Terbuka untuk umum & GRATIS

SINOPSIS

KADDISCH FÜR EINEN FREUND

Sutradara: Leo Khasin, 2010/11, 94 menit, feature film, berbahasa Jerman dengan subtitle Bahasa Inggris

Pemain: Ryszard Ronczewski, Neil Belakhdar

Ali Messalam yang berusia 14 tahun dibesarkan di kamp pengungsi Palestina, dan sejak kecil sudah belajar membenci “orang Yahudi”. Setelah berhasil melarikan diri dari Lebanon bersama keluarganya, ia kini sudah empat tahun tinggal di daerah Kreuzberg di Berlin. Meskipun proses penangguhan deportasi masih berlangsung, keluarga itu diizinkan meninggalkan penampungan pengungsi dan pindah ke tempat tinggal sendiri di Mehringplatz. Di sini Ali mencoba bergabung dengan kelompok anak muda Arab setempat. Tapi untuk itu ia harus membuktikan keberaniannya dulu. Sebagai uji nyali ia disuruh masuk secara paksa ke tempat tinggal tetangga Yahudi-Rusia bernama Alexander. Para pemuda berandal mengikuti Ali dan mengobrak-abrik tempat tinggal laki-laki tua itu. Tetapi hanya Ali yang dikenali dan dilaporkan ke polisi oleh Alexander yang pulang lebih cepat dari yang diduga. Ali kini terancam dipidanakan dan keluarganya menghadapi kemungkinan deportasi dari Jerman. Ibunya yang prihatin berhasil membujuk Alexander: Laki-laki tua itu bersedia mencabut laporannya dengan syarat Ali membantu renovasi tempat tinggalnya. Dengan berat hati Ali menerima syarat itu dan untuk selanjutnya terpaksa menghabiskan waktu luangnya “di tempat musuh”. Mula-mula kedua migran yang berbeda generasi dan lingkungan budaya itu masih bersikap saling memusuhi. Tetapi suasana perlahan-lahan mencair, dan keduanya mulai saling menghormati dan pada akhirnya bahkan saling bersimpati. Seusai renovasi tempat tinggalnya, Alexander hendak memenuhi janjinya dengan mencabut laporannya di kantor polisi, tetapi ternyata hal itu tidak semudah yang dibayangkan – persahabatan yang baru tumbuh pun menghadapi ujian berat. Dalam film cerita perdananya ini, penulis skenario dan sutradara Leo Khasin bercerita mengenai konflik antara orang Arab dan orang Yahudi yang berlangsung di lantai dua sebuah rumah sewa di Berlin. Ketika diwawancarai, Khasin yang beragama Yahudi bercerita bahwa dalam visi pertamanya mengenai film ini, doa kaddish akan diucapkan oleh anak laki-laki Arab. Doa kaddish, salah satu doa terpenting agama Yahudi, merupakan peringatan arwah dan diucapkan saat pemakaman oleh saudara laki-laki terdekat orang yang meninggal. Pada akhir film, Ali mengucapkan doa kaddish bagi sahabatnya Alexander yang telah tiada.

Biografi sutradara:

Leo Khasin, lahir 1973 di Moskow, tinggal di Jerman sejak usia sembilan tahun. Pada usia 12 tahun ia pertama kali bersentuhan dengan film, ketika pengarang dan sutradara Ephraim Sevela asal Rusia memberinya peran dalam film “Das Wiegenlied”. Setelah menyelesaikan kuliah kedokteran gigi di Berlin, ia mula-mula bekerja sebagai dokter gigi di Mehringplatz di Berlin, tempat berlangsungnya film ini. Dari tahun 2000 sampai 2001 ia belajar di Kaskeline Filmakademie Berlin. Film karya akhirnya “Liebe Mutter” meraih penghargaan sebagai film favorit penonton pada Festival Film Wismar. Pada tahun 2006 Leo Khasin menulis skenario untuk film cerita perdananya “Kaddisch für einen Freund”.

About kedai kebun

Check Also

Pameran Tunggal “Gombal” oleh Arwin Hidayat

“Gombal” Pameran Tunggal Arwin Hidayat Pengantar oleh Agung Kurniawan, Direktur Artistik KKF Mau tidak mau, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *