Home / KKF ART / Pameran Proses “Poetry of Space”, Kurator – Mira Asriningtyas

Pameran Proses “Poetry of Space”, Kurator – Mira Asriningtyas

poster-poetry-of-space_600

Poetry of Space

Kurator – Mira Asriningtyas

Seniman – Anggun Priambodo, Dito Yuwono, Pasangan Baru (Nastasha Abigail dan Dimas Ario), Yonaz Kristy Sanjaya, Yudha Sandy

Pengantar

Berada di sebuah kota seperti Jakarta, waktu berjalan dengan aneh. Orang-orang tergesa dan harus terus bergerak. Masa lalu berjatuhan di belakang mereka dan pemandangan di kanan kiri terlihat buram oleh kecepatan jalannya waktu; menciptakan sebuah lanskap yang membuat orang lupa. Sebagai sebuah kota dengan berbagai kekurangan dan kompleksitas; Jakarta, di sisi lain, adalah sebuah sumber inspirasi tanpa henti bagi seniman maupun para penulis. Di sebuah tempat yang begitu kaya atas keberagaman dan karakter, banyak kejutan yang menanti untuk ditemukan, frase yang menanti untuk dibaca.

Proyek ini bertujuan untuk menemukan keindahan di antara ketidaksempurnaan, sembari berharap untuk menikmati waktu yang berjalan pelan dan sebagaimana adanya. Proyek ini sekaligus ingin merangkul gemilang ketidaksempurnaan, hal-hal yang tidak permanen, dan yang tidak selesai. Proyek ini mengundang seniman maupun penikmatnya untuk memelankan langkah dan menghargai alih-alih menyempurnakan. Menawarkan jeda untuk melihat ke dalam dan memandang jauh. Mempertanyakan, alih-alih menjawab pertanyaan.

Dalam proyek ini, para seniman lintas disiplin diundang untuk berjalan kaki sepanjang Jl.Jend.Sudirman untuk merasakan, mengamati, membaca, dan memaknai ruang di kota. Narasi ini kemudian akan ditampilkan dalam sebuah seri intervensi ruang publik.  Lokasi yang dipilih diharapkan dapat memiliki keindahan dan intensitas yang puitis di tengah keramaian kota. Lokasi-lokasi tersebut memiliki ketentuan sebagai berikut: sebuah tempat di mana waktu tidak lagi relevan, sebuah tempat di mana orang-orang berinteraksi, sebuah tempat di mana orang dapat kembali terhubung dengan alamnya, sebuah tempat di mana orang dapat mempelajari tentang masa lalu, dan sebuah tempat di mana orang dapat melihat kondisi sosial saat ini. Tidak hanya para seniman yang diundang untuk membaca kota ini sebagai para tukang keluyur (flâneur); namun para penonton pun diharapkan untuk berjalan kaki di sepanjang Jl.Jend.Sudirman untuk menikmati karyanya. Ke-enam seniman terpilih akan melakukan lima intervensi (satu intervensi setiap harinya) pada lokasi tertentu sepanjang jalan ini untuk kemudian ditemukan oleh para pejalan kaki atau penonton yang sedang berjalan-jalan. Para penikmat diundang untuk mengalami kota dengan berjalan kaki, mencari kejutan-kejutan kecil yang mungkin ditinggalkan, dan mengalami apa yang dituliskan ulang tentang kota ini oleh para senimannya. Melalui potongan-potongan kisah ini lah para seniman maupun pemirsa menuliskan sebuah antologi tentang ruang.

Beberapa jejak dari proyek ini dapat ditemukan sepanjang area pejalan kaki di Jl.Jend.Sudirman sementara lainnya hanya akan berlangsung pada hari tertentu saja. Proses dan jadwal intervensi dapat diikuti melalui akun instagram: @poetryofspace atau melalui tagar #poetryofspace di media sosial lainnya. Seluruh jejak, proses, dan dokumentasi atas seri intervensi ini akan dipamerkan di Kedai Kebun Forum seminggu setelahnya.

Proyek ini didukung oleh The Japan Foundation Indonesia sebagai bagian dari The Japan Foundation Young Curator Project yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mempersiapkan dan mengkurasi karya seni kontemporer beserta landasan-landasan yang berhubungan dengannya.

Kurator:

Mira Asriningtyas, bekerja sebagai seorang penulis lepas dan kurator di Indonesia. Pada tahun 2011 ia mendirikan sebuah ruang seni independen yang bertujuan untuk membangun lingkungan yang positif dan suportif bagi seniman muda– Lir Space, Yogyakarta. Di tahun yang sama, ia menjadi asisten kurator di Selasar Sunaryo Art Space melalui program Magang Nusantara Kelola. Pada tahun 2013, ia terpilih sebagai salah satu kurator dalam Forum Kurator Muda di Rumah Seni Cemeti, Indonesia. Baru-baru ini ia juga terpilih untuk mengikuti kelas kuratorial: 4A Curators’ Intensive 2014 di 4A Center for Contemporary Asian Art, Sydney-Australia. Beberapa proyek terbarunya antara lain “The Memories of Unidentified Experience” di KKF; “Exhibition Laboratory” di Lir; dan “Dear Curator, Curate Me” di Rumah Seni Cemeti – Yogyakarta.  www.miraasriningtyas.com | www.lirspace.net

Seniman:

Anggun Priambodo, adalah seorang sutradara, aktor, dan seniman visual yang tinggal di Jakarta. Beberapa karyanya yang kebanyakan berupa karya video kerap menyoroti dan mengkritik kehidupan sosial dan kebudayaan di kota dengan cara yang humoris. Karya-karyanya kerap dipamerkan dalam pameran di Indonesia maupun di ranah seni internasional. Portofolionya dapat diunduh melalui tautan ini: http://www.singaporebiennale.org/downloads/folios/Anggun_Priambodo.pdf

Dito Yuwono, adalah seorang seniman visual yang memilih menggunakan fotografi sebagai medium berkaryanya. Dito adalah salah satu pendiri Lir Space sekaligus salah seorang anggota dari Ruang Mes56 yang merupakan kolektif seniman foto di Yogyakarta. Saat ini karyanya banyak membicarakan tentang penggumpulan kenangan dan hubungannya dengan masyarakat serta sejarah. Selama empat tahun ini ia telah berpameran secara aktif di Indonesia dan juga di luar negeri. Beberapa karya lamanya dapat dilihat di www.ditoyuwono.com

Pasangan Baru (Nastasha Abigail dan Dimas Ario). Nastasha adalah seorang seniman visual yang berbasis di Jakarta. Selain berpartisipasi di banyak pameran grup, ia juga bekerja sebagai penyiar radio, penulis, desainer cincin, dan penyanyi bagi band Pandai Besi. Dimas Ario adalah seorang seniman berbasis musik, digital planner, sekaligus penulis. Bersama mereka adalah duet seniman berbasis musik, fotografi, dan media baru sebagai media yang dipilih. Salah satu karya mereka dapat dilihat di: http://barangmantan.tumblr.com/post/43623883925/pasangan-baru-mempersembahkan-garage-sale

Yonaz Kristy, adalah seotang seniman visual muda yang merupakan salah satu seniman Ex.Lab #1 dan pendiri RAR Funzine. Beberapa karya lamanya dapat dilihat di tumblr http://stripedsanjonas.tumblr.com/ atau melalui instagram: http://instagram.com/sanjonas_

Yudha Sandy, adalah seorang seniman dari Yogyakarta yang banyak bekerja dengan seni grafis dan hardboard cut dalam menyampaikan gagasannya. Belakangan ini, Sandy aktif di komunitas Mulyakarya yang mempublikasikan karya seni alternatif dari seniman independen di Yogyakarta dan juga terpilih menjadi salah satu seniman residensi di Rumah Seni Cemeti dalam program Hot Wave. Beberapa karya lamanya dapat dilihat di weblog :  http://yudhasandy.wordpress.com/

Proyek Seni “Poetry of Space”

Pembukaan : Sabtu, 20 Desember 2014, jam 19:00 WIB
di Ruang Pamer KKF
Pameran berlangsung s.d 27 Desember 2014

Terbuka untuk umum dan GRATIS
Setiap hari jam 11:00 WIB – 21:00 WIB
(KKF tutup setiap hari Selasa)

About kedai kebun

Check Also

KIOS KAOS 2017

KIOS KAOS 2017 7 Juli – 25 Agustus 2015 di Ruang Galeri Kedai Kebun Forum …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *