Home / KKF STYLE / Musik Bineka Bertanggung Jawab; Penyuluhan Bahaya Minuman Keras Oplosan ala Anak Muda

Musik Bineka Bertanggung Jawab; Penyuluhan Bahaya Minuman Keras Oplosan ala Anak Muda


Foto oleh Yumaya Mija (Dok. KKF)

Tadi malam, Sabtu, 29 April 2017, sebuah acara pertunjukan musik digelar di Kedai Kebun Forum (KKF). Menampilkan Chucky, WiroxSerigala dan Sangkakala sebagai penanggung jawab keriangan. Ini bukan semata pertunjukan musik melainkan ada edukasi di dalamnya. Edukasi yang dimaksud adalah sosialisasi mengenai dampak serius dan bahaya dari minuman oplosan. Tindakan mengkonsumsi minuman oplosan (minuman keras oplosan –red) sudah banyak menimbulkan korban, baik kerusakan organ tubuh permanen atau cacat fisik seperti kebutaan, hingga kematian.

Pertunjukan musik yang diberi tajuk Musik Bineka Bertanggung Jawab ini digagas oleh MBB (Muda Berbuat Bertanggung Jawab) dan Liam Charitable Fund. MBB adalah sebuah forum yang mengajak dan mendorong anak muda untuk berpikir maju, terbuka, berbudaya dan bineka. Forum keberagaman ini sekaligus juga menjadi wadah kaum muda untuk berjejaring dan bertukar pikiran. Berbasis di Jakarta, forum ini didirikan oleh Rudolf Dethu, mantan manajer band Superman Is Dead (SID) yang saat ini lebih dikenal sebagai aktivis musik.

“MBB selalu concern terhadap dinamika anak muda. Anak muda lekat dan rawan dengan hal-hal yang berbahaya. Disinilah MBB menunjukkaan perannya. Sebagai katalisator bagaimana menjadi anak muda yang berbeda, bertanggung jawab, sekaligus menjunjung tinggi kebinekaan”, jelas Riezky “Kiki Pea” Andhika Pradana yang malam itu selain menjadi salah satu penampil juga didaulat sebagai ketua panitia acara.

Rekanan acara ini, Liam Charitable Fund, adalah sebuah organisasi yang mempunyai fokus mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap bahaya minuman keras oplosan. Organisasi nirlaba ini didirikan oleh pasangan suami istri asal Australia, Tim Daviesu dan Lhani Davies. Nama Liam sendiri diambil dari nama anak mereka Liam Davies, yang meninggal dunia akibat mengkonsumsi minuman oplosan.

Hendra “Blankon” Priyadhani, vokalis Sangkakala, yang band-nya menjadi pemuncak acara berujar, “Sosialisasi semacam ini adalah penting karna sedikit banyak akan menumbuhkan kesadaran dalam diri kita masing-masing. Sudah banyak teman-teman dekat kita menjadi korban minuman keras oplosan. Bahkan ada yang sampai meninggal. Kita nggak bisa memungkiri bahwa setiap orang terkadang ingin melarikan diri dari kepenatan, bersenang-senang. Sekarang bagaimana agar kita-kita yang grass root ini tetap bisa bergembira tanpa melupakan aspek kesehatan dan keselamatan diri.”

Minuman beralkohol jika diminum dalam jumlah sekedarnya tidak akan mematikan tetapi memabukkan dan membuat kecanduan. Yang menyebabkan kematian adalah campurannya, apakah itu methanol, obat-obat lain atau bahkan zat-zat yang semestinya tidak dikonsumsi, semisal pestisida dan obat nyamuk. Minuman oplosan bisa dipastikan menggunakan campuran yang tidak semestinya, yang bertujuan untuk meningkatkan efek memabukkan atau mengurangi rasanya yang pahit.

Kesimpulannya, acara yang sejatinya serius namun dikemas dalam nuansa rock n’ roll ini bukan bermaksud untuk mengajak atau mengajari kawula muda untuk mengkonsumsi alkohol; tetapi bagaimana kita bertindak dan bertanggung jawab kepada tubuh dan diri kita. Salam #AntiOplosan. [Yumaya Mija]


Foto oleh Yumaya Mija (Dok. KKF)

About kedai kebun

Check Also

Dialita, Teratai di Atas Lumpur

Foto: Dok. KKF Pengalaman pahit tidak selamanya berakibat keterpurukan. Paling tidak itu yang tercermin dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *