Home / KKF ART / Monolog LIAR vol.07: POO POO POO

Monolog LIAR vol.07: POO POO POO

POSTER copy_2

LIAR vol.07: (“POO POO POO”)
oleh Tamara Pertamina

Monolog ini dalam bahasa Indonesia dengan surtitle bahasa Inggris

Sabtu, 25 Februari 2017 jam 20.00 wib
Ruang Aula Kedai kebun Forum,
Jl. Tirtodipuran no.3 Yogyakarta

Tiket IDR 15K

Reservasi tiket ke forumkedaikebun@gmail.com / 085725809139 (bisa wa)

Sinopsis

Tamara Pertamina, manusia yang dianugerahi banyak cinta namun tidak pernah dicintai, lahir di Tasikmalaya pada tahun 1989, tepat tiga tahun pasca krisis moneter di Indonesia. Karena itu, kemiskinan menjadi salah satu ketertarikan hidup seorang Tamara yang haus akan cinta!

Cinta, deritanya memang tak pernah berujung.. dalam perjalanan Tamara mencari cinta, ia tak lagi tertarik dengan isu kemiskinan.. Karena kekayaan ternyata telah lama ia miliki.. Apa yang menjadi kekayaan Tamara selama ini?

Tentang Tamara Pertamina

Tamara Pertamina adalah manusia yang memiliki ketertarikan pada masalah sosial di lingkungannya, mulai tertarik dengan kesenian pada tahun 2013 dari hasil belajarnya secara otodidak. Tamara menghasilkan karya visual yang kebanyakan berbicara tentang tubuh.

Tentang Liar
http://liarproject.wordpress.com/
projectliar@gmail.com

Awalnya, kami sempat berpikir, kalau semua manusia bisa berakting, karena kita semua selalu berbohong. Akan tetapi, kami disadarkan, bahwa seorang manusia tidak perlu berakting untuk memberikan pertunjukan yang baik. Yang diperlukan hanya keikhlasan dalam bercerita.
Oleh karena itu, inisiatif pertunjukan ini diadakan.

liar, bisa dibaca sebagai sesuatu yang tidak mengikuti aturan, bisa juga dibaca dalam bahasa inggris yang artinya pembohong. Kami menyerahkan kebebasan penuh pada anda untuk mengartikan “liar” ini.

liar, adalah sebuah inisiatif pertunjukan rutin yang akan diadakan setiap tiga bulan, dimana kami mengundang orang-orang untuk bercerita dan mendengarkan cerita dalam posisi mereka sebagai manusia yang sesungguhnya.

Ketika seseorang ditaruh di depan publik untuk bercerita, dia akan berada dalam satu posisi yang tidak pasti. Yang bercerita tidak tahu apa yang akan menjadi respon penonton. Sebaliknya, ketika penonton duduk untuk menyaksikan seseorang bercerita, dia pun berada dalam ketidakpastian dimana dia tidak tahu apakah cerita yang dibawakan menarik atau tidak. Namun seringkali, kita malah menutup-nutupi dan mematikan rasa dalam diri kita.

Kasus yang paling umum adalah, pencerita akan kemudian berakting berlebihan mencoba menjadi pribadi yang lain, untuk melarikan diri dari ketidakpastian ini, sedangkan penonton akan sengaja menutup-nutupi ketidakpastian ini dengan membawa segudang ekspektasi dan prediksi ketika menonton sebuah acara, dan ketika acara itu melenceng dari ekspektasinya, penonton pun akan merasa dikhianati.

Segala proses kreasi adalah bentuk ketidakpastian. Kita tidak pernah tahu apakah proses ini akan menghasilkan sesuatu, akan tetapi kita tetap menjalaninya. Sebab kita percaya, jika kita berhasil, kita berhasil dengan bangga, dan jika kita gagal, kita pun gagal dengan mulia.

Mengapa kita harus selalu berlindung dibalik semua lenong seperti ini, padahal ketidakpastian adalah suatu hal yang keberadaannya sangat penting di hidup ini? Hubungan antar manusia selalu diawali dengan ketidakpastian. Ketika kita menyerah kepada ketidakpastian, ia akan kemudian memberikan kita kesempatan untuk mempercayai.

liar mengajak kita semua untuk menyerah kepada ketidakpastian dan meraih kesempatan untuk saling mempercayai.

Info lebih lanjut hubungi Uniph 085725809139

About kedai kebun

Check Also

Pemutaran Film “Freistatt” – German Film Club

German Film Club Rabu, 1 Februari 2017, 19.00 WIB Ruang Aula, Kedai Kebun Forum Jl. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *