Home / KKF ART / Millennial Dopamine; Pameran Tunggal dan Perdana Duo Tempa

Millennial Dopamine; Pameran Tunggal dan Perdana Duo Tempa


Foto oleh Yumaya Mija (Dok. KKF)

Tempa atau lengkapnya Tempa Graphic Art Studio adalah kelompok artistik yang beranggotakan Putud Utama dan Rara Kuastra. Dua seniman ini sebelumnya berkarya secara individual yang kemudian pada tahun 2015 memutuskan untuk berkolaborasi baik dalam karya seni maupun karya disain. Putud adalah seorang seniman grafis dan illustrator, sedangkan Rara dikenal sebagai sebagai seniman lukis.

Pada Jumat, 5 Mei 2017, mereka menggelar pameran perdananya di Kedai Kebun Forum (KKF). Dibuka oleh Agung Kurniawan, pemilik dan direktur artistik KKF, pameran ini diberi judul Millennial Dopamine.

Istilah millennial merujuk kepada sebuah generasi. Sering disebut juga Millennials, adalah kaum atau kelompok demografis yang lahir dalam rentang tahun 1980 – awal 2000. Pada masa sekarang ini mereka adalah orang-orang dengan kategori usia produktif. Dikenal sebagai generasi yang cenderung idealis, egosentris, optimis, tapi terkadang tidak realistis.

Dopamine adalah semacam hormon penting yang terdapat pada otak manusia. Berfungsi sebagai neurotransmitter atau penghantar atau perangsang yang menstimulasi kinerja antar saraf. Dopamine sering dikaitkan dengan rasa atau perasaan senang, bahagia dan sejenisnya. Kekurangan hormon ini akan menyebabkan seseorang mempunyai mood yang buruk, tidak bersemangat dan kurang motivasi.

Millennial Dopamine sejatinya merepresentasikan perspektif generasi milenium dalam memandang realitas masa kini. Rara dan Putud yang lahir dan tumbuh di era milenium mewakili kegelisahan-kegelisahan dari generasinya terhadap isu-isu dan kenyataan-kenyataan hari ini.

Lebih mengerucut lagi, Millennial Dopamine mengusung konsep rumah di dalam karya-karya mereka. Rumah yang bukan hanya sebagai sebuah bentuk atau benda tetapi lebih jauh yakni hal-hal yang terdapat di dalamnya dan nilai-nilai spiritual di baliknya. Mengutip kata-kata Agung pada pengantar pameran, “Dalam proyek ini, senimannya melihat rumah tidak pada soal bentuk saja, akan tetapi yang lebih penting adalah nilai spiritualnya: nilai spiritual bahan pembentuk rumah dan nilai spiritual dari konsep rumah itu sendiri. Jadi rumah dipandang sebagai sebuah entitas utuh dan tidak semata dipandang sebagai benda saja.”

Total ada 5 karya yang dipamerkan pada eksebisi kali ini dan semuanya adalah karya baru dari Tempa. Karya-karya dekoratif dengan pendekatan disain yang rigid dan visualisasi yang cantik. Pada karya yang berjudul To Much of Anything is Good for Nothing, kita bisa melihat karya dengan dominasi warna-warna pastel yang diaplikasikan di atas keramik. Di karya lain, dengan medium karpet, Jars Full of Desire, kita akan menemukan warna-warna yang lebih vibrant, tegas dan kontras. Menimbulkan nuansa modern nan ekspresif dan disaat yang sama menciptakan kesan dramatis dan dinamis. Seeking Perfection, karya yang memakai media kain, lebih menonjolkan warna-warna psychedelic dengan subyek-subyek surealistik, fantastik dan metafisik. Meski tiap-tiap karya memiliki pemilihan garis warna dan media yang berbeda-beda akan tetapi semuanya mempunyai persamaan: statement yang kuat dan bertanggung jawab dengan konsep yang dibawa.

“Realisasi dari konsep menjadi karya memakan waktu lebih kurang 3 minggu. Proses pengerjaannya juga kebetulan nggak bisa bareng-bareng. Saya di Jogja dan waktu itu Rara lagi di Vietnam”, jelas Putud terkait proses berkarya Tempa. Meski penggarapan karya terhitung cukup singkat namun tidak mengurangi message yang ingin disampaikan si seniman, juga tidak mengesampingkan nilai estetisnya.

Pameran Millennial Dopamine berlangsung di ruang pamer KKF dari tanggal 5 Mei sampai dengan 26 Mei 2017. [Yumaya Mija]


Foto oleh Yumaya Mija (Dok. KKF)

About kedai kebun

Check Also

Monolog LIAR vol.07: POO POO POO

LIAR vol.07: (“POO POO POO”) oleh Tamara Pertamina Monolog ini dalam bahasa Indonesia dengan surtitle …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *