Home / Aktivitas Agung / Gambar yang Melebar

Gambar yang Melebar

gambar yang melebar

The Shoes Diary: Adidas Tragedy series (indoartnow.com)
Sumber:https://indoartnow.com/uploads/artwork/image/2535/artwork-1398922183.jpg

Agung mengungkapkan bahwa memang teralis bagaikan istri ke-dua bagi Agung, menambahi gambar sebagai istri pertamanya. Mengenai pilihan mediumnya ini, Agung mengakui bahwa ketika bekerja dengan teralis, ia harus berpikir logis dengan merencanakan segala konsepnya yang secara utuh terkait dengan material dan tema. Sedangkan dengan gambar, terutama di atas kertas, ia bebas menginterpretasikan foto-foto temuan yang lalu dengan metafor gambar yang kadang-kadang menghadirkan elemen visual dengan sendirinya, tanpa perencanaan yang khusus.

gambar yang melebar (1)

Requiem for the Dragons, for Banyu Bening Savaraja (indoartnow.com)
Sumber: https://indoartnow.com/uploads/artwork/image/2728/artwork-1398922260.jpg

Medium gambar yang kadang bisa bersifat otomat dan tanpa perencanaan khusus juga kemudian menjadi inspirasi baginya ketika diundang menguratori proyek seni Pause: Automatic Drawing Simple and Dangerous, di Langgeng Art Foundation, Yogyakarta, pada tahun 2011. Dalam pameran yang juga mengundang beberapa seniman muda, dan anak-anak itu, Agung mengeluarkan karya terbarunya, yakni tiga mesin gambar otomat yang dijuduli dengan tiga nama seniman dari tiga jaman yang berbeda. Mesin-mesin yang berbentuk menyerupai laba-laba tersebut dikonstruksi dengan bahan besi, tingginya hampir sepinggul manusia dewasa, dan dirantai pada sebuah tambatan, dan diberi amunisi kapur yang berwarna-warni untuk kemudian dibiarkan bergerak sendiri, membentuk gambar-gambar berpola tertentu di atas lantai. Mesin gambar kemudian menjadi medium penengah bagi Agung dalam melihat seni kontemporer pada saat itu, yang menawarkan pendekatan menggambar yang berbeda, dengan benang merah: kritisisme, catatan mental dan bekas-bekas spontanitas.

gambar yang melebar (2)

#1 I Am Ready for You,Babe (Kimcil series)
#2 Dendam Membara pada Lelaki Durjana (Kimcil series) (indoartnow.com)
Sumber: https://indoartnow.com/uploads/artwork/image/18889/artwork-1448431762.jpg

Di tahun-tahun reflektifnya (2009-2011), Agung juga mengekplorasi bentuk-bentuk karya gambar pada bidang-bidang yang baru, dan memperdalam pengalaman menonton karyanya dengan mengkolaborasikan performans ketika mempertunjukan karyanya. Salah satu karya gambarnya yang juga dikombinasikan dengan performans adalah karya Adidas Tragedy yang pernah dipamerkannya di pameran ‘Grafis Hari Ini’ di Bentara Budaya Yogyakarta pada tahun 2008, dan aktualisasikan kembali dan dikembangkan dalam bentuk performance dalam pameran The Mental Archive di Cemeti pada tahun 2010 dan diboyong ke Gwangju Biennale 2012.

Pada karya berserinya tersebut, Agung menggunakan sepatu bermerek Adidas sekedar sebagai media untuk mengekspresikan isu sejarah melalui benda keseharian. Agung menggunakan Adidas City Series sebagaimana asalnya, yakni sepatu yang bertema kota-kota di dunia, namun ia mengubahnya secara jenius dengan menampilkan seri kota-kota yang berlatar belakang kasus konflik dan tragedi kemanusiaan di dunia. Seri kota Agung seperti Cairo 2011, Beijing 1989, Boyolali 1967, Cambodia 1975, dan Gwangju 1980.

gambar yang melebar (3)

#3 “Things that Write Their Own Stories” (series) (indoartnow.com)
Sumber: https://indoartnow.com/uploads/artwork/image/2718/artwork-1398922257.jpg

Agung ingin menarik kembali memori penonton tentang peristiwa-peristiwa itu dengan silkscreen di atas sepatu, dan juga gambaran visualnya yang khas atas tragedi tersebut di permukaan kotak sepatu yang dipajang seperti halnya etalase di toko. Penggunaan sepatu yang berjenis casual dilakukannya untuk menarik penonton terlebih generasi muda yang lupa dan awam atas tragedi tersebut. Dalam performance-nya, Agung mengajak tamu untuk menjadi berpartisipasi dalam proses mengingat tersebut dengan diperkenankan mencoba sepatu yang di dalamnya telah disisipkan batu kerikil sehingga bila dipakai akan mengganjal. Agung mengumpamakan ganjalan tersebut bak rasa sakit yang muncul akibat peristiwa tragedi kemanusiaan yang terjadi, terutama sebelum diusut secara tuntas.

Seri sepatu Adidas Agung, bersamaan karya mesin gambar otomat dan seri teralisnya yang lebih baru kemudian ia tampilkan secara arbitrer maupun holistis pada pameran-pameran bersama yang ia ikuti dan pameran tunggalnya di dalam dan luar negeri, yakni “Actus Contritionis” di Umah Seni, Jakarta, pada 2012, juga “Milik Nggendong Lali” di Singapura pada tahun 2013 yang menonjolkan tema mengenai identitas budaya dan politik masyarakat Jawa. (Sita Sarit)

About kedai kebun

Check Also

Actus Contritionis, Citraan Bayang-bayang Ingatan

Sumber: http://umahseni.com Umah Seni, Jakarta, pembukaan pameran 5 Mei 2012 — Karya-karya teralis atau kisi-kisi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *