Home / KKF Event / Bedah Buku dan Diskusi “Karya-karya Lengkap Sugiarti Siswadi Hayat Sastrawan Kreatif Lekra”

Bedah Buku dan Diskusi “Karya-karya Lengkap Sugiarti Siswadi Hayat Sastrawan Kreatif Lekra”

20160909-edit-bright-resize-bedah-buku-sugiart-siswadi-oleh-brikolase-5
Foto: Dok. KKF

Buku Karya-karya Lengkap Sugiarti Siswadi Hayat Sastrawan Kreatif Lekra karya Fairuzul Mumtaz merupakan tesis dari si penulis ketika menempuh studi Ilmu Religi dan Budaya di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang mengkaji tentang hayat Sugiarti Siswadi sebagai salah satu sastrawan kreatif Lekra. Sugiarti Siswadi adalah seorang sastrawan wanita Lekra. Lekra atau singkatan dari Lembaga Kebudayaan Rakyat adalah lembaga kebudayaan yang secara ideologi sejalan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Berdiri pada tahun 1950, Lekra berkembang dan menghasilkan banyak sastrawan dan seniman hebat. Setelah pembantaian massal 1965, buku-buku dan karya-karya seni terbitan PKI diberangus. Dalam buku-buku rujukan sejarah sastra Indonesia nama Sugiarti tidak ditemukan. Fairuzul meneliti dari arsip-arsip Harian Rakjat dan Api Kartini, dan berangkat dari sana dia melihat peranan Sugiarti dalam sastra Indonesia era 1950-1960an.

Katrin Bandel, sebagai pembicara pada bedah buku dan diskusi ini, beranggapan bahwa karya-karya Lekra penting untuk dibaca. Karya-karya Lekra memproyeksikan semangat menolak kolonialisme dan perbudakan, semangat meninggalkan tahayul, kebanggaan pada kemajuan sains dan pengetahuan, serta menolak keras perilaku ningrat yang sewenang-wenang. Katrin juga menambahkan bahwa yang lebih penting adalah dimasa depan menerbitkan karya-karya dari sastrawan Lekra lainnya baik perempuan maupun laki-laki.

Bedah buku dan diskusi yang diselenggarakan di Kedai Kebun Forum (KKF), Jumat, 9 September 2016, juga menghadirkan pembicara lain, novelis, Anindita S. Thayf, yang lebih mencermati Sugiarti sebagai penulis yang telah memiliki ruang akan tetapi tetap tidak dikenal dalam khasanah kesusastraan Indonesia. Sugiarti Siswadi merupakan penulis yang produktif, menghasilkan 17 cerita pendek, 5 puisi, dan 2 buku kumpulan cerpen. Tulisan-tulisannya banyak beredar dibeberapa media massa kala itu. Anak, perempuan, dan rakyat pekerja menjadi perhatian dalam karya-karya Sugiarti.

Buku berjudul panjang ini menjadi penting, selain berisi kajian akademis yang patut untuk dibaca dan dipelajari, juga membuka wawasan tentang karya sastrawan wanita Lekra yang bukan hanya tidak banyak tapi juga sulit dicari jejaknya.

Bedah buku dan diskusi ini digagas oleh Brikolase, sebuah forum diskusi kurator muda Jogja, dan IVAA (Indonesian Visual Art Archieve), sebagai bagian dari rangkaian acara Buku Andalan yang berlangsung di KKF, 8-24 September 2016. |Yumaya Mija|

About kedai kebun

Check Also

Pementasan Teater “+51 Aviación, San Borja” – Okazaki Art Theatre

Okazaki Art Theatre +51 Aviación, San Borja Minggu, 10 September 2017, Pk.19.30 WIB* Senin, 11 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *