Home / Aktivitas Agung / Agung Kurniawan & Masyarakat Pengguna Jalan Jogja dalam Biennale Jogja X-2009

Agung Kurniawan & Masyarakat Pengguna Jalan Jogja dalam Biennale Jogja X-2009

Semenit Senyap / a Minute Mute
Seni Rupa Publik dalam rangka Pameran Besar Seni Rupa Jogja/ Biennale Jogja X
JogJa titik 0, jam; 16.30 WIB,  12 Desember 2009

agung-kurniawan-semenit-senyap-photo-by-oblo000.jpg  agung-kurniawan-semenit-senyap-photo-by-oblo001.jpg  agung-kurniawan-semenit-senyap-photo-by-oblo002.jpg  agung-kurniawan-semenit-senyap-photo-by-oblo003.jpg  agung-kurniawan-semenit-senyap-photo-by-oblo004.jpg

Tahukah kita bahwa setiap tahun lebih kurang 30.000 orang mati karena kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Angka kematian ini membuat kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh nomor tiga di Indonesia setelah jantung dan stroke. Dengan jumlah korban sebesar itu maka bisa dikatakan telah terjadi perang atau bencana setiap tahun di jalanan Indonesia. Hitungan kasar dari jumlah korban sebesar itu adalah; setiap hari lebih kurang 82 orang meninggal, setiap jam lebih kurang 3 orang mati. Perbandingan dengan jumlah angka kecelakaan di dunia menurut lembaga Make Road Safe setiap detiknya terdapat 6 kali kecelakaan. Jumlah korban setahunnya di seluruh dunia berkisar 1.300.000 orang. Angka kematian itu akan semakin menakutkan jika kemudian diubah dalam jumlah uang yang terbuang sia-sia, di Indonesia saja kerugian materialnya lebih kurang 40 trilyun rupiah!

Sebagai pengguna jalan yang aktif, kita semestinya ikut mengkampanyekan jalan raya aman untuk semua orang. Dalam rangka itulah saya mengajak teman-teman semua bergabung dalam sebuah proyek seni di titik 0 Jogja: Boulevard Seni Sono, Gedung Agung, Monumen Serangan Umum Satu Maret, Bank Indonesia dan Kantor Pos. Dalam proyek seni yang dibuat dalam rangka pameran besar dua tahunan seni rupa Jogja (Biennale Jogja X). Kita akan mengadakan sebuah seni rupa pertunjukan (peformance art) bersama kurang lebih 500 orang lainnya.

Anda hanya cukup datang dengan kostum seperti biasa, tanpa kostum khusus, tanpa membutuhkan keahlian seni tertentu, hanya partisipasi aktif dalam peristiwa seni itu nantinya. Anda cukup berpura-pura terjatuh dan kemudian diam, atau berpura-pura mati dalam jangka waktu 60 detik, kemudian bangun kembali bersikap normal seperti tidak terjadi apa-apa, jatuh untuk kedua kalinya berpura-pura mati kembali selama 60 detik berikutnya. Setelah itu, bersama-sama memberi aplaus dengan cara bertepuk tangan dan peformance selesai. Keseluruhan aksi tidak akan lebih dari 10 menit, setelah selesai kita bisa kembali melanjutkan aktifitas masing-masing.  Setiap aksi juga akan didahului dengan tanda yang akan disepakati kemudian (suara sirene, dering Hp, bel sepeda, klakson motor dan lain sebagainya) sehingga akan terbentuk semacam koreografi atau tindakakan dramatik yang spontan. Keterkejutan, adalah akibat yang diinginkan dalam proyek ini, tiba-tiba saja 500 lebih orang “mati” bersama-sama tepat di tengah kota tanpa sebab yang jelas. Publik yang tidak tahu akan “seni” ini akan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Dari sinilah kampanye ini akan di mulai!

Untuk proyek seni ini kami mengundang teman-teman dari klub sepeda, klub motor, teman-teman seniman, pejabat pemerintah, remaja, pelajar/mahasiswa dan khalayak umum lainnya. Bergembira, beraksi dan berpendapat untuk jalan aman bagi semua.


Foto oleh Dwi Prasetya “Oblo” Budi Santosa

About kedai kebun

Check Also

Actus Contritionis, Citraan Bayang-bayang Ingatan

Sumber: http://umahseni.com Umah Seni, Jakarta, pembukaan pameran 5 Mei 2012 — Karya-karya teralis atau kisi-kisi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *