Home / Aktivitas Agung / Actus Contritionis, Citraan Bayang-bayang Ingatan

Actus Contritionis, Citraan Bayang-bayang Ingatan

Actus Contritionis, Citraan Bayang-bayang Ingatan

Sumber: http://umahseni.com

Umah Seni, Jakarta, pembukaan pameran 5 Mei 2012

Karya-karya teralis atau kisi-kisi baja Agung Kurniawan selama tiga tahun terakhir (2009-2011) tersusun dari eksplorasinya akan kenangan dan bayangan. Karya-karya tersebut muncul dari ketidakhadiran cahaya, yang terhambat oleh objek-objek yang bersisian.Lewat karya teralis Agung ini, bayangan dipahami sebagai kehadiran samar-samar dari kenangan yang serampangan, tulisan otoriter atas sejarah, penyensoran, batas-batas, dan ruang  antara dari fakta dan fiksi.

Dalam pameran tunggalnya “Actus Contritionis” di Galeri umahseni, Jakarta, Selasa (8/5/2012), Agung memamerkan karya-karya teralisnya tersebut bersama sejumlah karya lainnya. Actus Contritionis merujuk pada liturgi Katholik, yaitu pengakuan dosa, ketika manusia mengakui kesalahannya dan memohon ampunan Tuhan atas dosa-dosanya. Pengakuan dosa ialah tindakan yang mendasarkan diri pada ingatan, premis dasar bagi serangkaian karya Agung Kurniawan dalam pameran ini.

Actus Contritionis, Citraan Bayang-bayang Ingatan (1)

Sumber: http://umahseni.com

Actus Contritionis, Citraan Bayang-bayang Ingatan (2)

Sumber: http://umahseni.com

Actus Contritionis, Citraan Bayang-bayang Ingatan (3)

Sumber: http://umahseni.com

Karya-karya dalam pameran ini dikelompokan menjadi tiga bagian dengan kaitan yang kompleks antara bahan, teknik, dan isi. Bagian pertama ialah “Ruang Privat: Ingatan dan Bayang-bayang” yang terdiri atas karya berseri Agung dengan gambaran figuratif atas foto-foto keluarganya. Enin Supriyanto, kurator pameran ini menyatakan bahwa pilihan Agung menggunakan kisi-kisi baja yang menampakan bayangan dari cahaya yang menimpanya, merupakan sebuah pernyataan yang puitis tentang kenangan yang goyah, gambar yang samar dan rapuh, yang menyerupai bayangan, namun akan selalu menarik kita untuk kembali karena menawarkan jalan untuk fragmen yang aktual dari masa lalu; bagian dari tautan kompleks atas identitas diri seseorang di masa kini.Karya teralis Agung sebenarnya telah ia mulai tahun 2006, Saat mengikuti proyek dari kurator Belanda bertema “Becoming Dutch” meskipun pada saat itu ia merasa karya itu kurang cocok. Karya teralis Agung disebutnya sebagai “besi gambar”.

Actus Contritionis, Citraan Bayang-bayang Ingatan (4)

Artist is Beautiful Machine (indoartnow.com)
Sumber:https://indoartnow.com/uploads/artwork/image/1357/artwork-1398921031.jpg

Actus Contritionis, Citraan Bayang-bayang Ingatan (5)

Soekarno, Art, and Artist (indoartnow.com)
Sumber: https://indoartnow.com/uploads/artwork/image/8508/artwork-1398924831.jpg

Bagian kedua “Ruang Publik: Citra Kekerasan, Kuasa dan Seniman” merupakan sebuah gambaran kenangan ia atas tekanan politik etis yang beroperasi di ruang publik dan direproduksi oleh media massa. Pada bagian ini Agung juga menghadirkan kreasi kustomnya dengan etsa, sablon dan stensil di atas kardus dan sepasang sepatu Adidas dengan citra tragedi politik pada tahun 1998 di Jakarta. Pada bagian terakhirnya “Automaton: Mesin, Gambar dan Ingatan”, Agung meletakan beberapa mesin gambar yang telah ia konstruksi dan pamerkan sebelumnya pada tahun 2011 bertajuk “Pause: Automatic Drawing Simple and Dangerous.” Mesin gambar ini merupakan perwujudan gagasan Agung tentang gambar yang ia anggap sebuah ekspresi estetik yang paling langsung bisa terlepas dari rumitnya nilai dan kehendak si penggambar.

Pada diskusi sebelum pameran ini dibuka, pembicara Enin Supriyanto dan Alia Swastika menghadirkan sebuah pembahasan mengenai bagaimana memahami karya-karya Agung Kurniawan. Disebutkan bahwa apabila masyarakat telah mulai menerima dan memahami senirupa sebagai suatu bidang ilmu dan ruang publik yang aktif laiknya sains, politik atau agama, maka penerimaan gagasan Agung  yang diajukan dalam karyanya pun akan lebih mudah karena Agung seringnya tidak menghadirkan karya hanya sebagai ekspresi dan representasi, namun juga suatu eksperimentasi dan aksi untuk menggugah kesadaran manusia dalam mengenali situasi sosial di sekitarnya. (Sita Sarit)

Sumber:
http://satulingkar.com/detail/read/8/843/energi-artistik-seniman-agung-kurniawan
http://umahseni.com/main/index.php?option=com_content&view=article&id=135:agung-kurniawan-solo-exhibition&catid=2:news-a-event&Itemid=2
http://www.biennalejogja.org/2013/artist/agung-kurniawan-idn/

About kedai kebun

Check Also

Performa Otomat

Pergeseran medium dari gambar ke performans dalam karya Agung, meskipun telah terasa semenjak tahun 2009, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *